Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

Terkini


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page

INTAIKASUS.COM - (Gunung Malela), Babinsa Koramil 08/Binangun, Kodim 0207/Simalungun, Serda Sugiarto ikut membantu petani menyemprot hama padi di areal sawah seluas 18 rante milik Basir, anggota Poktan Maju Jaya di Nagori Serapuh, Kecamatan Gunung Malela, Kamis (26/04/2018).

Menurut Serda Sugiarto, penyemprotan hama tidak bisa dilakukan secara serampangan, harus memilih waktu yang tepat.

"Jadi, waktu yang tepat untuk menyemprot tanaman padi adalah saat mulut daun mulai terbuka. Itu bertujuan agar cairan pestisida lebih mudah diserap oleh tanaman hingga masuk ke dalam lapisan jaringan," terangnya.

Dengan teknik seperti ini, lanjutnya, hama yang menyerang tanaman padi akan dapat segera mati ketika mencoba memakan bagian tanaman.

Waktu yang tepat dan disarankan untuk melakukan penyemprotan adalah pada pagi hari pukul 09.00 Wib dan sore jam 15.30 Wib, saat mulut daun terbuka. 

"Menyemprot tanaman tidak harus keseluruhan bagian tanaman, cukup di bawah permukaan daun, karena di sinilah letak mulut daun berada," ungkapnya.

Sementara, Danramil 08/Binangun mengungkapkan, tanaman padi merupakan komoditas utama di Indonesia. Dalam perawatan tanaman padi, membutuhkan teknik-teknik dan strategi khusus, terlebih ketika tanaman padi mulai diserang hama dan penyakit.

" Untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit, maka dibutuhkan teknik menyemprot tanaman padi yang tepat dan benar," jelasnya.

Rumput liar ataupun gulma yang tumbuh di sekeliling tanaman padi akan menjadi hambatan bagi kesuburan tanaman, sehingga diperlukan penyemprotan agar pertumbuhan tanaman tidak terhambat.

"Jika pertumbuhan padi terhambat maka hasil panen juga otomatis tidak maksimal. Menyemprot tanaman padi juga tidak boleh asal-asalan tetapi ada teknik dan aturan-aturannya," papar Danramil. (Penrem 022/Rel)
Leave A Reply